Nasehat Menjelang Usia Senja hingga Pentingnya Bersyukur: Simak Pesan Mendalam dalam Pembinaan PTA Makassar
MAKASSAR — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Makassar kembali menggelar agenda rutin Pembinaan Mental dan Pembinaan Umum bagi seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan kantor PTA Makassar bertempat di Aula PTA Makassar, Senin (22/06/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, hakim tinggi, pejabat struktural, fungsional, hingga pegawai di lingkungan PTA Makassar. Dalam sesi pembinaan mental, tema yang diangkat oleh Dra. Martina Budiana Mulya, M.H., yaitu Nasehat menjelang usia senja, “senja itu bukan pagi, bukan siang tapi senja adalah suasana menjelang gelap. Keadaan itu kita alami bersama Lebih dikenalnya menjelang usia senja adalah penghujung usia. Pengertian dari penghujung usia yaitu berapapun usia kita mau 5 tahun, 10 tahun sampai 60 tahun , kita tdk bisa memilih di mana kita ini dipanggil oleh Allah SWT, apakah kita diusia 20 tahun atau 60 tahun itulah maksudnya penghujung usia, karena kalau kita ke pekuburan umum kita melihat tidak ada pekuburan khusus 60 tahun tapi yang ada 1 tahun - 5 tahun krn itu tdk ada yg tahu kapan kita dipanggil Allah SWT” ujar Hakim Tinggi PTA Makassar ini.
“Dalam surah Arrum ayat 54, Allah bercerita ttg usia Allahu llazi khalaqakum min dha'fan, Allah menciptakanmu dalam kedaan lemah”, artinya disitulah awal dari ciptaan Allah disaat kita lahir kita sangat lemah sehingga segalanya butuh bantuan orang lain yg akan membuat kita kuat. Ujar Hj. Martina.

lebih lanjut Beliau menguraikan : “summa ja'ala min ba'de dhaefen kuaatan”, artinya Allah menjadikan kita kuat. Di fase ini justru manusia banyak muncul khawatir , banyak takutnya, takut istri kenapa-kenapa, takut suami kenapa-kenapa, takut anaknya tdk bisa makan atau anaknya kenapa-kenapa, olehnya dalam kitab Sunan Abu Daud kita perbanyak zikir agar apa yg kita khawatirkan apa yg kita takutkan tidak terjadi , yang zikirnya “Allahu Allahu rabbi la usyrikuh bihi syaean”. Segala sesuatu kita pasrahkan kpd Allah SWT, meskipun kita memohon pertolongan manusia tapi harus berharap hanya kepada Allah SWT. Kemudian “summa jaala min ba' den kuatan da'fan wa syaeban”, setelah kita kuat Allah jadikan kita lemah dan beruban. Fase ini adalah pesan cinta dari Allah SWT sdh turun, itu berarti kita sudah sakit-sakitan dan beruban, jika pesan cinta itu terjadi pertanda Allah menyiapkan hikmah dibalik itu. Ujar Hj. Martini mengakhiri tauziahnya.
Acara dilanjutkan dengan Pembinaan Umum yang dipimpin langsung oleh Ketua PTA Makassar Dr. Drs. Khaeril R, M.H. di dampingi oleh Panitera dan Sekretaris PTA Makassar. Dalam arahannya, Ketua PTA menguraikan kembali poin-poin penting Amanat Pembinaan Ketua Mahkamah Agung RI pada Acara Pembinaan Teknis & Administrasi Yudisial bagi jajaran 4 (empat) lingkungan peradilan seluruh Indonesia yang bertempat di Hotel Grand Mercure Malang Mirama Malang, 12 Juni 2026 lalu. Poin-poin penting tersebut yaitu poin pertama : Retreat singkat guna menyatukan kembali persepsi dalam melaksanakan tugas-tugas peradilan, yaitu perkuat komitmen, perbaharui pemahaman terhadap berbagai perkembangan hukum dan kebijakan Mahkamah Agung, poin kedua :Tiga komponen Pembinaan yaitu Pembinaan Teknis Yudisial, Pembinaan Organisasi dan Adminstrasi serta Pembinaan Disiplin dan Kode Etik,. Dan poin ketiga yang tak kalah pentingnya KPTA Makassar juga menyampaikan pesan dari KMA bahwa warga peradilan harus selalu “bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita, tanpa rasa syukur sebesar apapun nikmat takkan pernah cukup untuk membuat kita bahagia, bersyukur atas nikmat rasanya lebih nikmat daripada nikmat itu sendiri” yang dikutip dari Jalaluddin Rumi. (W4TY)
