Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pengadilan Tinggi Agama Makassar Meneladani Akhlak Rasulullah, Kebersamaan dan Kinerja Berintegritas
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pengadilan Tinggi Agama Makassar menyelenggarakan acara di Aula Lantai II dengan penuh khidmat yang diikuti oleh seluruh Pegawai dan keluarga besar PTA Makassar yang terdiri dari Ibu-Ibu, Darmayukti Karini PTA Makassar dan Sesepuh dan Purnabakti Ketua dan Hakim Tinggi PTA Makassar serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting tidak hanya untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW, tetapi juga memperkuat integritas dalam setiap tugas dan pelayanan aparat PTA Makassar.



Acara dibuka dengan lantunan lagu shalawat Nabi oleh Ibu-Ibu Darmayukti Karini PTA Makassar dan lantunan ayat suci AlQur’an oleh Muhammad Syafiq Ramdan pemenang Harapan 1 MTQ yang menyentuh hati hadirin dan menciptakan suasana penuh penghayatan. Suasana semakin khidmat juga dengan pembacaan shalawat Nabi yang dipimpin oleh Hakim Tinggi Drs. H. Samarul Falah, M.H., beserta sejumlah karyawan PTA Makassar semakin memperdalam rasa cinta dan hormat kepada Rasulullah SAW.

Kemudian dilanjutkan sambutan Ketua PTA Makassar, Dr. Drs. Khaeril R, M.H. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi upaya Pengurus Mushollah Al-Mahkamah PTA Makassar bekerjasama dengan seluruh Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2025 sehingga acara ini dapat terlaksana dengan semarak dan penuh kekeluargaan dan takkala pentingnya Khaeril menekankan bahwa makna peringatan Maulid ini bukan hanya kita bergembira menyambut kelahiran Rasulullah namun yang lebih penting adalah mengamalkan ajaran-ajaran Rasulullah agar kita mendapatkan safaat kelak diakhirat, karena tidak ada jaminan bagi kita semua terbebas dari dosa untuk itu segala aspek kehidupan Rasulullah harus menjadi contoh dan suri tauladan bagi kita semua, selanjutnya Beliau juga mengajak semua yang hadir agar semangat Maulid ini dijadikan penyemangat untuk menjaga integritas pribadi dan senantiasa berpegang pada nilainilai luhur Rasulullah SAW.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama yang disampaikan oleh Dr. KH Amirullah Amri, MA Ketua Pengurus Masjid Kubah 99 Asmaul Husna Periode 2024 Hingga 2028. Dalam tausiyahnya, menjelaskan mengapa yang diperingati hanya lahirnya Rasul dan bukan wafatnya Rasul, wafatnya Rasul tidak perlu diperingati karena seakan-akan Rasul tidak pernah wafat, dalilnya adalah “ Barang siapa selalu bershalawat kepada Rasul, maka Allah mengembalikan Roh jasad Rasul”. Jadi tidak perlu diperingati wafatnya sebab Rasul hidup terus selama umatnya bershalawat dan mengirim salam kepada Rasul. Sesungguhnya Rasul itu memiliki ketinggian akhlak yang harus kita teladani, Rasul tidak memiliki sifat dendam jadi umatnya tidak boleh pendendam, Rasul sangat pemurah jadi umatnya tidak boleh pelit, Rasul dan sederhana, sehingga dikala Rasul tidak memiliki makanan maka Rasul niat berpuasa jadi umatnya tidak boleh hidup berlebih-lebihan, Rasul orangnya tawaduh (rendah hati) jadi umatnya tidak boleh sombong dan membanggakan diri. Dalam tausiyah kali ini K.H. Amirullah mengambarkan sifat-sifat Rasulullah sejak lahir hingga Rasul wafat dengan sangat jelas dan selanjutnya Amirullah Amri menyimpulkan bahwa dalam hidup kita harus dan wajib selalu berpedoman kepada Alquran dan Hadist, perbedaan pandangan tentang hukum-hukum dalam Islam harus kembali melihat dalil-dalil yang bersumber dari Alquran dan hadist.
