• Maklumat Pelayanan
  • Program Prioritas Badilag 2026
  • Banner Hak - Hak Anak
  • Banner Hak - Hak Perempuan
  • Banner MASIGA
  • Banner Assipa V2
  • Banner Buku Tamu Mandiri
  • Banner Inovasi
  • Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner7
  • Banner8
     PERHATIAN : Hati-Hati Terhadap Tindakan Penipuan Yang Mengatasnamakan Pimpinan, Pejabat dan Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Makassar Terkait Dengan Perkara, Janji Mutasi dan Promosi dengan Permintaan Imbalan Sejumlah Uang.

Perjuangan PTWP PTA Makassar Menembus Delapan Besar Kejurnas Tenis Beregu XX Piala Ketua MA RI Tahun 2026

Kota Malang menjadi saksi bisu persaingan tenis pengadilan tingkat nasional. Kejuaraan Nasional Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2026 yang mempertemukan empat lembaga peradilan yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer resmi bergulir selama lima hari, terhitung mulai tanggal 12 hingga 16 Juni 2026, mempertemukan ratusan atlet tenis dari seluruh satuan kerja di bawah naungan Mahkamah Agung RI. Turnamen bergengsi ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga momentum mempererat tali silaturahmi dan semangat kebersamaan di antara keluarga besar peradilan Indonesia.

Acara pembukaan Kejurnas berlangsung dengan khidmat dan meriah di Stadion Gajayana Malang. Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., secara resmi membuka turnamen tersebut di hadapan seluruh kontingen peserta yang telah berhimpun dari penjuru nusantara. Turut hadir dalam seremoni pembukaan tersebut Gubernur Provinsi Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, yang menyambut hangat penyelenggaraan event nasional bergengsi ini di tanah Jawa Timur.

Pertandingan digelar secara serentak di sepuluh venue yang tersebar di Kota Malang, di antaranya Lapangan Tenis Universitas Negeri Malang, Lapangan Tenis Universitas Brawijaya, Lapangan Tenis Universitas Muhammadiyah Malang, serta beberapa venue lainnya. Sementara itu, seremoni penutupan dilangsungkan di Universitas Negeri Malang, tempat yang menjadi saksi ditorehkannya berbagai catatan prestasi terbaik para atlet peradilan Indonesia.

Pada pentas utama, Tim Mahkamah Agung RI tampil superior dan berjaya di dua kategori bergengsi. Pada nomor Beregu Putra, Tim MA RI berhasil mengalahkan Tim Peratun (Peradilan Tata Usaha Negara) di babak final, mengukuhkan diri sebagai juara pertama beregu putra. Langkah serupa ditunjukkan Tim Beregu Putri MA RI yang menundukkan Tim Dilmil (Pengadilan Militer) di partai puncak, menjadikan mereka jawara beregu putri Kejurnas tahun ini.

Pada nomor bergengsi Ganda Eksekutif, pasangan terbaik yang meraih podium tertinggi adalah pasangan dari Bandung. Posisi runner-up ditempati oleh pasangan Prof. Yanto bersama Sigit, sementara peringkat ketiga diraih oleh pasangan Muhammad Yusuf dan Mahmudin, yang tidak lain merupakan perwakilan kebanggaan PTA Makassar.

Rekap Juara Kejurnas Tenis Beregu ke-XX Piala KMA RI 2026 yaitu:

  1. Beregu Putra, Juara I: Tim Mahkamah Agung RI, Juara II: Tim Peratun, Juara III: Tim PTA Bandung dan Tim PTA Pontianak (bersama).
  2. Beregu Putri, Juara I: Tim Mahkamah Agung RI, Juara II: Tim Dilmil (Pengadilan Militer), Juara III: Tim PT Makassar dan Tim PTA Bengkulu (bersama)
  3. Ganda Eksekutif, Juara I: Pasangan dari Bandung, Juara II: Prof. Yanto / Sigit, Juara III: Muhammad Yusuf / Mahmudin (PTA Makassar)

Di antara sekian banyak kontingen, nama PTA Makassar mencuri perhatian dengan penampilan yang melampaui ekspektasi. Membawa bendera kebanggaan wilayah yurisdiksi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. PTWP PTA Makassar menurunkan tim lengkap; beregu putra, beregu putri, serta ganda eksekutif dengan tekad bulat untuk memberikan yang terbaik.

Komposisi Tim PTWP PTA Makassar yaitu Tim Beregu Putra PTWP PTA Makassar terdiri atas 4 orang Hakim dan 4 orang karyawan. Kelompok Hakim terdiri dari Irham Riad (PA Belopa, Gazali Yusuf (PA Parepare), Muhammad Rijal Maggaukang (PA Barru), dan Kaharuddin (PA Sinjai). Kelompok Karyawan terdiri dari Wahyudi Kurniawan (PA Masamba), Asril Amrah (PA Watampone), Awaludin Arfah (PA Takalar), dan Rahman (PA Enrekang).

Tim Beregu Putri terdiri atas 2 orang Hakim, 2 orang karyawan, dan 2 orang Dharmayukti Karini. Kelompok Hakim yaitu Hj. Irmawati (PA Sengkang) dan Siarah (PA Parepare). Kelompok Karyawan terdiri dari Bulgis Yusuf (PA Sungguminasa) dan Akidah (PA Makassar). Sedangkan Kelompok Dharmayukti Karini terdiiri dari Hj. Sunarti (Dharmayukti PA Sungguminasa) dan Revica (Dharmayukti PA Enrekang).

Ganda Eksekutif terdiri dari Drs. H. Muhammad Yusuf, S.H., M.H., (Wakil Ketua PTA Makassar) / Drs. H. Mahmudin, S.H., M.H., (Hakim Tinggi PTA Makassar)

Tim Beregu Putra PTA Makassar yang tidak termasuk tim unggulan (non-seeded) ditempatkan di Pool 11 bersama tiga tim lainnya, yakni Tim PTA Semarang sebagai tim unggulan pool, Tim PTA Banten, dan Tim PTA Bali.

Pertandingan perdana langsung menempatkan PTA Makassar di hadapan rintangan berat, berhadapan dengan Tim PTA Semarang, sang unggulan pool. Laga berlangsung sengit dan akhirnya PTA Makassar harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-3. Dua poin yang berhasil diraih berasal dari kemenangan di nomor Ganda Hakim dan Ganda Campuran, sebuah catatan yang menjadi modal semangat untuk pertandingan selanjutnya.

Kekalahan awal itu justru membakar semangat. Pada pertandingan berikutnya, Tim PTA Makassar tampil menggila. Mereka menghancurkan Tim PTA Banten dengan skor telak 4-1, lalu mencukur habis Tim PTA Bali dengan kemenangan sempurna 5-0. Hasilnya, PTA Makassar keluar sebagai salah satu dari 14 runner-up terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.

Dengan sistem gugur (knock out) mulai berlaku, Tim PTA Makassar dipertemukan dengan Tim PTA Kepulauan Riau. Tampil penuh kepercayaan diri, Makassar memenangkan laga dengan skor meyakinkan 3-0 dan melaju ke babak 16 besar. Di babak perdelapan final, PTA Makassar harus berhadapan dengan salah satu tim terkuat turnamen yaitu PTA Pontianak. Tim tersebut diperkuat oleh Akbar, mantan semifinalis Kejurnas perorangan, dan mendapat tambahan amunisi segar dari dua atlet P3K handal, Yuda dan Santo. Di atas kertas, PTA Pontianak unggul telak.

Namun, PTA Makassar tidak gentar, tim tetap solid dan bersemangat. Momen paling krusial hadir ketika pasangan Ganda Karyawan PTA Makassar, Wahyudi Kurniawan (Yudi) dan Asril Amrah, dipasang untuk berhadapan langsung dengan tandem maut PTA Pontianak, Yuda dan Santo. Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Ketua PTA (KPTA) Makassar tersebut berlangsung sangat ketat, diiringi teriakan suporter kedua kubu yang saling bersahutan membakar semangat.

Yudi dan Asril tampil luar biasa. Melawan segala prediksi, pasangan kebanggaan PTA Makassar berhasil membantai duet Yuda-Santo dengan skor 8-5. Stadion bergemuruh. Papan skor sementara pun imbang 2-2, dan nasib PTA Makassar digantungkan pada partai penentu: Ganda Campuran.  Sayangnya, di partai penentuan itulah perjalanan PTA Makassar harus terhenti. Tim PTA Pontianak tampil sangat kuat di nomor Ganda Campuran dan meraih kemenangan dengan skor 8-3. PTA Makassar pun harus legowo mengakhiri perjuangannya di babak perdelapan final. Meski demikian, hasil ini merupakan pencapaian yang setingkat lebih baik dibandingkan Kejurnas sebelumnya, sebuah progres yang patut dirayakan dan menjadi fondasi untuk tampil lebih baik di masa mendatang.

Tim Beregu Putri PTA Makassar juga mencatatkan perjalanan yang membanggakan. Berkomposisikan perpaduan unik antara hakim, karyawan, dan Dharmayukti Karini. Tim putri tampil dengan semangat yang tidak kalah membara. Perjalanan tim putri berakhir di babak semifinal setelah harus mengakui keunggulan Tim Beregu Putri Mahkamah Agung RI yang pada akhirnya menjadi juara. Penampilan Tim PTA Makassar di babak empat besar merupakan pencapaian luar biasa yang mengharumkan nama peradilan wilayah Makassar di pentas nasional.

Tidak mau kalah dengan timnya, pasangan Ganda Eksekutif PTA Makassar yang diwakili oleh Drs. H. Muhammad Yusuf, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Makassar, berpasangan dengan Drs. H. Mahmudin, S.H., M.H., Hakim Tinggi PTA Makassar, tampil menggembirakan. Keduanya berhasil melangkah jauh dalam turnamen dan mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara III Ganda Eksekutif secara nasional, sebuah capaian yang membuktikan bahwa kualitas atlet tenis PTA Makassar merata dari level tim hingga level pimpinan.

Sepanjang turnamen, para pemain PTA Makassar tidak berjuang sendirian. Dukungan suporter yang hadir langsung di berbagai venue, termasuk kehadiran Ketua PTA Makassar yang menyempatkan diri menyaksikan langsung laga krusial melawan PTA Pontianak, menjadi energi tambahan yang tidak ternilai. Teriakan dukungan, tepuk tangan, dan semangat kebersamaan yang mengalir dari tribun menggambarkan betapa kuatnya solidaritas keluarga besar PTA Makassar dalam mendukung atlet-atletnya berjuang di lapangan.

Kejuaraan Nasional Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026 resmi ditutup dalam sebuah upacara yang berlangsung di Universitas Negeri Malang. PTA Makassar menutup buku turnamen ini dengan penuh kebanggaan: Tim Beregu Putra mencapai babak 16 besar dengan satu momen heroik yang dikenang, Tim Beregu Putri menembus babak semifinal dan meraih juara tiga nasional, serta Pasangan Ganda Eksekutif Muhammad Yusuf dan Mahmudin mengukir peringkat tiga terbaik nasional.


Statistik Perkara Banding

  • Jumlah Perkara Banding Yang Diterima Pada Tahun 2024
  • Jumlah Perkara Banding Yang Diterima Pada Tahun 2025
  • Jumlah Perkara Banding Yang Diterima Pada Tahun 2026

Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan Pimpinan serta Kegiatan Pada PTA Makassar
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Pimpinan, Panitera & Sekretaris

Ketua
Dr. Drs. Khaeril R, M.H.
Wakil Ketua
Drs. M. Yusuf, S.H., M.H.
Panitera
Dr. Hasanuddin, S.H., M.H.
Sekretaris
Hamdani, S.E., S.H., M.M.

© 2022 Pengadilan Tinggi Agama Makassar. All Rights Reserved.

ipv6 ready