PTA Makassar Perkuat Pembinaan Aparatur Di Bulan Syawal
Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Makassar menggelar rapat pembinaan rutin pada hari Senin, 13 April 2026, bertempat di Aula PTA Makassar. Kegiatan ini menjadi agenda pembinaan yang diselenggarakan setelah Idul Fitri 1447 H di lingkungan PTA Makassar.

Rapat pembinaan dipimpin langsung oleh Ketua PTA Makassar, Dr. Drs. H. Khaeril R., M.H., dan didampingi oleh Wakil Ketua PTA Makassar, Drs. H. Muh. Yusuf, S.H., M.H., serta Sekretaris PTA Makassar, Hamdani, S.E., S.H., M.M. Kegiatan ini diikuti oleh para Hakim Tinggi, Panitera Muda, para pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur di lingkungan PTA Makassar.

Pembinaan diawali dengan Pembinaan Mental (Bintal) yang disampaikan oleh Hakim Tinggi, Hj. Nuraeni, S., S.H., M.H. Bertepatan dengan momentum bulan Syawal 1447 H, beliau menekankan tiga pokok penting. Pertama, syawal sebagai penyempurnaan ibadah spiritual, hendaknya dimaknai sebagai awal, bukan akhir dari semangat beribadah. Kebiasaan-kebiasaan baik yang terbina selama ramadhan mulai dari tilawah Al-Qur'an, shalat sunnah, hingga amalan sedekah wajib terus dijaga dan ditingkatkan. Kedua, syawal sebagai sarana penyuci diri melalui momentum memperbanyak silaturahmi, baik dengan pimpinan maupun keluarga. Ketiga, selain puasa sunnah syawal, masih terdapat berbagai amalan lain yang perlu diperhatikan guna meningkatkan kualitas ibadah secara menyeluruh.

Acara dilanjutkan dengan pembinaan oleh Ketua PTA Makassar. Dr. Drs. H. Khaeril R., M.H., yang membuka arahannya dengan mengingatkan seluruh aparatur akan keistimewaan status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), di mana negara tidak pernah lalai dalam menunaikan hak-hak setiap pegawainya. Oleh sebab itu, setiap aparatur dituntut untuk menjalankan kewajiban dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Beliau juga mengingatkan peribahasa lama yang sarat makna: “Di mana bumi berpijak, di situ langit dijunjung,” sebagai pengingat pentingnya adaptasi dan komitmen dalam bertugas di manapun ditempatkan. Sesi berikutnya diisi dengan laporan keuangan yang meliputi IKAHI, IPASPI, PTWP, Dharmayukti Karini (DyK), Bapor, Koperasi, Zakat, Takmir Masjid, dan Qurban. Ketua PTA Makassar menegaskan bahwa penyampaian laporan keuangan merupakan wujud nyata dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di lingkungan PTA Makassar.
Dalam sesi pembahasan, rapat secara khusus membahas distribusi zakat agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariat, serta membahas hal-hal teknis terkait PPHIN. Terkait program PTWP, Ketua PTA Makassar meminta agar proses kesepakatan segera dipercepat dan tim segera dimantapkan. Terkait Bapor, Ketua PTA Makassar mendukung keikutsertaan pegawai purnabakti dalam kegiatan olahraga sebagai bentuk penghargaan institusi dan penjagaan tali silaturahmi. Dalam hal pengawasan, ditegaskan bahwa setiap hakim yang bertugas dalam kegiatan pengawasan wajib didampingi oleh sekretaris tim, guna memastikan tertib administrasi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas.
Mengakhiri arahannya, Ketua PTA Makassar menghimbau seluruh jajaran untuk berhemat dalam penggunaan listrik, menekankan pentingnya efisiensi anggaran secara menyeluruh, serta menghindari segala bentuk pemborosan.
