PTA Makassar Selenggarakan Pembinaan Mental, Tekankan Kedisiplinan Dan Sinergi Tim
Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Makassar menyelenggarakan pembinaan mental bagi seluruh jajaran di Aula PTA Makassar pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan dipimpin Wakil Ketua PTA Makassar Drs. H. Muhammad Yusuf, S.H., M.H., didampingi Plt. Sekretaris PTA Makassar Dr. Muhammad Busyaery, S.H., M.H., ini bertujuan meningkatkan kinerja dan semangat kerja seluruh pegawai. Pembinaan mental diikuti oleh para Hakim Tinggi, Panitera Muda, Panitera Pengganti, para Pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur PTA Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Iskandar, S.H., M.H. menyampaikan materi mengenai pentingnya kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. Beliau menekankan bahwa keimanan harus diimplementasikan dalam bentuk amal saleh, baik melalui ucapan, keyakinan, maupun perbuatan nyata. " Manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya melalui amal saleh," ujar Iskandar.
Iskandar menambahkan, salah satu program unggulan yang dicanangkan Ketua PTA Makassar adalah program pembacaan Al-Qur'an. Beliau mengingatkan bahwa kedisiplinan adalah melaksanakan setiap kewajiban sesuai waktu yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, beliau menyebutkan pengalamannya di negara tetangga Malaysia, dimana tata disiplin waktu yang tinggi berpengaruh pada kemajuan yang pesat. "Organisasi yang memiliki kedisiplinan tinggi juga memiliki kemajuan yang pesat," tegasnya.

Wakil Ketua PTA Makassar selanjutnya memaparkan berbagai aspek pengelolaan organisasi. Beliau menekankan pentingnya pengawasan bidang, yang mencakup penertiban program kerja kesekretariatan, pengelolaan barang milik negara (BMN), dan identifikasi barang-barang yang perlu diganti. Beliau menyoroti perlunya monitoring berkelanjutan terhadap berbagai aplikasi yang telah dikembangkan. "Kita sering membuat aplikasi tetapi tidak dimonitoring dengan baik. Ini menyebabkan aplikasi tidak optimal dan bekerja tidak terarah," ujar Wakil Ketua. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya yang berkaitan dengan persidangan elektronik, serta mendorong penggunaan surat-menyurat berbasis elektronik untuk mengurangi penggunaan hardcopy.

Dalam bagian diskusi, berbagai peserta rapat mengangkat poin-poin penting. Hakim Tinggi PTA Makassar, Drs. H. Anas Malik, S.H., M.H., menekankan bahwa notulen rapat harus menjadi dasar pelaksanaan tugas dan arsip untuk pengawasan berkelanjutan. "Tanpa notulen, pekerjaan menjadi tidak sistematis dan tidak berkelanjutan," jelasnya.
Wakil Ketua menutup pembinaan dengan menekankan pentingnya kerja tim yang solid. "Kita harus membentuk superteam, bukan supermen. Pekerjaan kita terkoneksi, kita semua sama," ujarnya. Beliau menambahkan bahwa seluruh jajaran PTA Makassar adalah amanah dari generasi sebelumnya yang akan memberikan warisan untuk generasi mendatang. Sebagaimana disampaikan sebelumnya oleh Ketua PTA Makassar, tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun berprestasi bagi PTA Makassar dan seluruh Pengadilan Agama se wilayah Sulawesi Selatan. Pembinaan mental ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mewujudkan target tersebut melalui peningkatan kedisiplinan, efisiensi, dan sinergi tim yang lebih baik.
